Postingan

Jiwa Yang Rapuh

  Aku, jiwa yang berkelana, mencari kebahagiaan dan apa arti hidup ini. Apa mungkin aku pantas berada di tengah-tengah semua orang? Ditengah-tengah ramainya ruangan saat ini, aku justru terjebak pada pikiran ku yang kosong. Rasa ingin menarik diri dari semua orang. Ingin rasanya ku berlari pergi ke tempat yang hanya ada aku sendiri. Kata mereka, aku sangat pendiam. Karena aku jarang bersuara atau sekedar bercanda dengan orang lain. Aku selalu bertanya-tanya, apa makna dari kehadiranku ini. Rasanya tak guna sekali kehadiranku.

Hujan Pilu

2 Juli 2020 Hari ini seharusnya aku menikmati kebersamaan dengan orang-orang terdekatku. Setelah sibuk untuk mengejar mimpi, akhirnya aku bisa kembali ke kota kelahiranku. Namun siapa sangka jika kepulanganku yang harusnya menyenangkan justru berubah menjadi kesedihan? Hari itu, adalah hari yang paling aku benci. Semesta telah mengambil dirinya dariku. Aku dengan beberapa orang lainnya menyaksikan raga seseorang yang ditelan oleh bumi. Menatap namanya di batu nisan sambil menaburkan bunga. Air mataku mengalir deras, meraung-raung menginginkan sosoknya untuk kembali, tidak terima atas kepergiannya. "Kamu jahat!" Ucapku getir sambil menahan air mata yang keluar. "Kamu bilang gak bakal ninggalin aku! Tapi ini apa!?" Lanjutku dengan emosi yang meluap-luap. Aku memukul gundukan tanah yang masih baru itu. "KAMU JAHAT! KAMU TEGA NINGGALIN AKU!" Diri ini tak bisa menahan semua emosi. Semua orang yang hadir pada hari itu menatap ku dengan iba dan kasihan pada dirik...

Kesendirianku

Ditengah gelapnya malam, aku sendirian Ditengah keramaian, aku sendirian Ditengah kebisingan, aku sendirian Entah sudah berapa lama aku selalu merasa sendirian, dengan isi kepala yang selalu penuh dan berisik Musik adalah satu-satunya cara untuk aku mengosongkan pikiranku. Cara agar merasa lebih tenang dengan memfokuskan pikiran pada setiap lirik-liriknya

Sebuah Perubahan

Karya: Anggita N. Launa adalah siswi SMA yang selalu menyendiri dan tak pernah bergaul dengan murid lainnya, bersama dengan  sketchbook dan earphone yang selalu menemaninya membuat Launa tak pernah merasakan kebosanan dalam hidupnya dan hanya merasa kenyamanan. Ia adalah sosok gadis penyendiri yang tidak tau bagaimana caranya bergaul dan membangun sebuah pertemanan dengan orang lain. Suatu hari Launa merasa kesepian tanpa teman, namun ia takut orang lain akan menyakitinya dan menghancurkannya. Hingga pada suatu hari, ia memutuskan untuk bergabung pada sebuah klub sekolah yaitu klub seni rupa. Ia berharap dapat menemukan orang-orang yang dapat membantunya keluar dari kegelapan. Ketika ia melangkahkan kakinya masuk ke ruang klub, Launa merasakan sesak dan ketakutan untuk bertemu orang lain. Namun, sambutan yang hangat dari anggota klub segera menghapus rasa kegugupan dari dirinya. Sejenak Launa merasa senang berada di ruangan ini, ia menemukan karakter yang berbeda dari setiap orang....

Seuntai kata untuk yang ditinggalkan

Karya: AN. Langit hadir dalam bentuk mendung Air mata yang berjatuhan bagai hujan deras yang melanda Bunga-bunga yang ditaburkan di segunduk tanah Dan tangis pedih yang menyayat hati Tak ada yang dapat menerima sebuah kepergian Raga yang tak dapat kita jumpai lagi Rupa yang tak dapat dilihat lagi Suara yang tak dapat di dengar lagi Semua orang yang hadir pasti akan pergi Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan Namun nama dan bayangannya akan selalu membekas di ingatan dan hati Ingatan lama yang hadir bagai kaset film yang di putar Membuat perasaan rindu ini mengiris hati Dan hingga akhirnya... Kenanganlah yang menjadi sesuatu hal yang berharga