Hujan Pilu
2 Juli 2020 Hari ini seharusnya aku menikmati kebersamaan dengan orang-orang terdekatku. Setelah sibuk untuk mengejar mimpi, akhirnya aku bisa kembali ke kota kelahiranku. Namun siapa sangka jika kepulanganku yang harusnya menyenangkan justru berubah menjadi kesedihan? Hari itu, adalah hari yang paling aku benci. Semesta telah mengambil dirinya dariku. Aku dengan beberapa orang lainnya menyaksikan raga seseorang yang ditelan oleh bumi. Menatap namanya di batu nisan sambil menaburkan bunga. Air mataku mengalir deras, meraung-raung menginginkan sosoknya untuk kembali, tidak terima atas kepergiannya. "Kamu jahat!" Ucapku getir sambil menahan air mata yang keluar. "Kamu bilang gak bakal ninggalin aku! Tapi ini apa!?" Lanjutku dengan emosi yang meluap-luap. Aku memukul gundukan tanah yang masih baru itu. "KAMU JAHAT! KAMU TEGA NINGGALIN AKU!" Diri ini tak bisa menahan semua emosi. Semua orang yang hadir pada hari itu menatap ku dengan iba dan kasihan pada dirik...